'Kuasa Tak Bertuan'

Penunjuk ada ditangan...
Kendali atas semua arogansi...
Tersimpul rapi dijari jemari, diotak dan 'kuasa'...
Dan tak terjamah oleh logika, hatipun apalagi...

'Titah' mulai tak 'bermoral'...
Menghisap semua denyut lini...
Segalanya mempeturutkan 'hawa nafsu'...
Tak mampu menghalau...

Tirani menghadang dan menerjang...
Ketika Birokrasi didominasi oleh Politik
Pun turut serta berkolaborasi dengan setan, jin dan iblis...
Hati tak lagi memandang apalagi terpandang...

Kini saatnya mencari 'Jalan yang sunyi'
Seperti 'Jalannya para Sufi'
Yang penuh dengan ketenangan yang 'menenangkan'...
Bukan ketenangan yang 'menghanyutkan'...
  

::Untukmu 'sang penguasa tahta dan harta' tapi tak pernah 'kaya',
kembalikan 'isi nuranimu'::

Komentar

  1. keren mba poemnya ..
    punya ruh,,,
    kata um ghulam juga
    nie yang paling keren.. :)

    BalasHapus
  2. hehee... Thanks yaa.. :)

    BalasHapus
  3. Ada yang terlupa, asalkan bukan 'ruh jahat' aja yaa...hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terakhirmu(??)