Kerja Vs Pekerjaan

Aktifitas dan  rutinitas mulai menghadang...
Tapi PRT belom balik kerumah, katanya keluarganya lagi ada hajatan.. uffh..:-(
Mau ga mau, suka ga suka ( tapi harus) ngelakuin kerjaan rumah dari A -Z, termasuk ngladenin (baca : berbakti) sama ortu, meski ortu masih sehat wal'afiat, tapi kan ada hal2 yang perlu diladenin palagi urusan makan... (baca:jaga kesehatan)
Untungnya aku type orang yang betah dirumah, ga terlalu doyan JJ (kalo ga perlu).. n satu lagi karena mang hoby masak... ^_*

Kadang kita ga sadar, ternyata kerjaan seorang PRT (menurut aku) sebenarnya sangat 'mulia"...
Bayangin aja dari 'buka mata sampe tutup mata', PRT selalu harus siaga ngerjain keperluan rumah tangga... ga kebayang  klo semua kerjaan RT kita semua yang ngerjain plus kerjaan kantor... (beruntunglah yang belom nikah... : D.. uups, bukan berarti aku ga mau nikah.. ahahahah...WAJIB!! ;-) )

Tapi...
Kadang ada juga sih PRT, yang suka macem2 (karena mang ngerasa kita butuh)...
secara, mau ga mau... belagunya juga banyak... (klo type yang ini mah dah khatam luar kepala kelakuannya... heheh)..... Padahal (menurut aku, gaji yang dikasih dah cukup, belom lagi sering dikasih bonus dll... bukankah kita sama2 digaji?? yang ngebedain cuma tempat kerja doank) : )

Masih menurut aku (ga pake pendapat pakar untuk yang ini.. :p )
"Pekerjaan apapun yang dilakuin, mo kerja PRT, Pegawai kantoran, BUMN, PNS, Swasta, Petani, Guru, Wiraswata, PKL, Pemulung, pelayan dll (yang halal pastinya..) tetep namanya "KERJA".. Dan ga ada yang namanya "KERJA" itu "ENAK"... (kecuali kita 'Meng'enak'an pekerjaan itu.. x0x0x)
Karena "KERJA" adalah Ibadah, yang mana ALLAH telah anugerahi kita sebagai mahluk yang sempurna yang kita miliki, bagaimana kita menggunakan 'kesempurnaan' yang dimiliki untuk terus beribadah kepada_NYA... Bukankan dengan bekerja maksimal, serta usaha dan ikhtiar, selebihnya diserahkan kepada sang Pemilik Hidup??? dan ALLAH yang akan "menggaji" kita beserta bonus2 dariNYA kelak??... ^^

Dan (menurut Prof. DR. H.M. Quraish Shihab) Kerja didefinisikan sebagai penggunaan daya. Manusia secara garis besar dianugerahi Allah empat daya pokok, yaitu Daya Fisik, yang menghasilkan kegiatan fisik dan ketrampilan. Daya Fikir yang mendorong pemiliknya berfikir dan menghasilkan ilmu pengetahuan. Daya Kalbu yang menjadikan manusia mampu berkhayal, mengekspresikan keindahan, serta beriman dan merasakan serta berhubungan dengan Allah Sang Pencipta, dan Daya Hidup yang menghasilkan semangat juang, kemampuan menghadapi tantangan, serta menanggulangi kesulitan. Penggunaan salah satu dari daya-daya tersebut – betapapun sederhananya – melahirkan kerja, atau amal. Anda tak dapat hidup tanpa menggunakan – paling sedikit salah satu dari daya itu. Untuk melangkah, Anda memerlukan daya fisik, paling tidak guna menghadapi daya tarik bumi. Karena itu, kerja adalah keniscayaan. Selanjutnya karena tujuan penciptaan manusia adalah menjadikan seluruh aktivitasnya bermula dan berakhir dengan beribadah kepada Allah (QS. 51 : 56), maka seluruh penggunaan dayanya harus merupakan ibadah kepada-Nya.

Ibadah bukan sekedar ketaatan dan ketundukan, tetapi ia adalah satu bentuk ketundukan akibat adanya rasa keagungan dalam jiwa seseorang terhadap siapa yang kepadanya ia mengabdi. Seorang pengabdi tidak mencapai hakikat pengabdian kecuali jika ia tidak menganggap apa yang berada dalam genggaman tangannya sebagai miliknya tetapi milik siapa yang kepadanya dia mengabdi. Segala usahanya pun hanya berkisar pada mengindahkan apa yang diperintahkan kepadanya serta tidak memastikan sesuatu untuk dia laksanakan kecuali mengaitkannya dengan izin dan restu siapa yang kepadanya dia mengabdi.
Dan...
Ibadah adalah kerja  dan kerja adalah ibadah tetapi perlu diingat bahwa kerja atau amal yang dituntut-Nya bukan asal kerja, tetapi kerja yang shaleh atau amal shaleh...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terakhirmu(??)